Jembatan mahakam runtuh

Jembatan Masih Labil, Pencarian Dihentikan Sementara

Kompas.com - 26/11/2011, 19:26 WIB

TENGGARONG, KOMPAS.com- Upaya pencarian dan evakuasi korban runtuhnya jembatan Mahakam II di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dihentikan sementara pada Sabtu (26/11/2011) malam.

Alasannya, kondisi jembatan masih labil dan dikhawatirkan akan ada runtuh susulan. Dari pantauan Kompas, tidak ada lagi kapal tim penyelamat yang tampak di bawah jembatan.

"Kondisi jembatan masih labil mas, takutnya nanti roboh lagi. Apalagi tiang pancangnya sudah lepas semua murnya," kata Damsik, petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kukar yang sedang mengamankan lokasi. Setelah runtuh, kondisi dua tiang pancang jembatan masih berdiri namun konstruksi jembatan sudah ambrol ke dalam sungai Mahakam yang kedalamannya berkisar 20 meter.

Mur dan beton jembatan terpisah dari tiang pancang sehingga kondisinya terlihat labil. Warga dan sanak keluarga korban yang ingin mendekat ke jembatan diminta menjauh oleh petugas kepolisian dan Satpol PP karena khawatir adanya bagian jembatan yang masih akan runtuh.

Jembatan Mahakam yang runtuh pada Sabtu sekitar pukul 16.15 Wita sejauh ini menyebabkan tiga orang tewas dan 14 orang luka-luka. Korban kemungkinan akan bertambah karena banyak kendaraan yang melintas saat jembatan runtuh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau